Jakarta- Jumat, 18 Maret 2016, sekitar 450 mahasiswa muslimah Universitas Negeri Jakarta (UNJ) memenuhi Aula Latief yang berada di Gedung Dewi Sartika lantai 2. Mahasiswa muslimah yang berasal dari berbagai jurusan ini mengikuti acara Muslimah Quality Time (MUQTI) yang diadakan oleh LDK Salim UNJ. Acara yang memang merupakan agenda rutin LDK Salim, kali ini mengangkat tema The Power of Muslimah : Sang Lentera untuk Peradaban. Heni Sri Sundani, seorang pemuda Asia ter-inspiring versi majalah Forbes dalam kategori 30 under 30 Asia menjadi pembicara dalam acara tersebut.
Berawal dari tugas mata kuliah Ekologi Sosial yang mengharuskan kami sekelompok untuk menemukan kearifan lokal yang berada di Tangerang, membuat saya tahu adanya sebuah komunitas keren di kota kelahiran saya. komunitas yang merupakan sebuah keluarga yang berisi anak-anak yang relatif terpinggirkan namun memiliki harapan dan cita-cita yang tinggi, sehingga seluruh penghuni langit mengenalnya :') Let me present you, Keluarga Anak Langit :)
Keluarga Anak Langit
adalah sebuah komunitas yang fokus pada kegiatan pemberdayaan anak-anak
terutama bagi anak yang secara sosial dan ekonomi relatif terpinggirkan. Rumah
Belajar Keluarga Anak Langit ini merupakan ruang yang ditujukan untuk berbagi
dan peduli, ruang untuk belajar bersama dan sama-sama belajar, ruang yang dapat
memberdayakan semua dengan pemberdayaan anak-anak sebagai fokusnya. Ruang ini
ditujukan untuk membuat semua yang terlibat, baik itu anak-anak maupun para
relawannya menjadi pribadi yang terampil, cerdas, mandiri, kreatif dan
berakhlak mulia. Keluarga Anak Langit memiliki visi untuk menyelenggarakan
kegiatan sosial dan kemanusiaan berlandaskan prinsip non-partisan, jujur,
independen, mandiri, dan profesional, serta menjunjung tinggi etika dan
semangat kebersamaan.
Oleh : Anna Fitriana
Keberadaan
perempuan dalam iklan menjadi fenomena yang menarik untuk dikaji. Perempuan
ditampilkan untuk menciptakan citra-citra tertentu, dimana citra tersebut
dibentuk sesuai dengan keinginan pembuatnya. Dalam konteks Indonesia, Thamrin
Amal Tomagola melakukan penelitian untuk disertasinya tentang citra perempuan
di dalam iklan di 4 majalah wanita terkemuka di Indonesia.[1]
Hasil temuan Tomagola menghasilkan rumusan 5 citra tentang perempuan dalam
iklan. Citra pigura dimana penting bagi perempuan untuk tampil dengan memikat,
karenanya tuntutan untuk tampil tampak awet muda, langsing dan memiliki kulit
yang putih sangat dominan dalam iklan-iklan yang ditujukan bagi perempuan,. Citra
pilar menggambarkan bagaimana mistik femininitas disebarkan melalui iklan. Bahwa
perempuan kodratnya adalah pengurus utama rumah tangga sementara laki-laki
pencari nafkah. Citra peraduan memberikan gambaran bahwa perempuan adalah objek
segala jenis pemuasan laki-laki, terutama pemuasan seksual, sehingga
kecantikan perempuan ujungnya adalah untuk dipersembahkan kepada laki-laki.
citra pinggan pada dasarnya menampilkan dan mem-perkuat gambaran bahwa dunia
dapur adalah dunia perempuan yang tidak dapat dihindari. Citra pergaulan menampillkan
perempuan sebagai sosok yang kurang memiliki kepercayaan diri dalam pergaulan.
Buat kalian pecinta
bakmi, you have to try Bakmi Gang Kelinci. Kuahnya yang pas, bakmienya yang
kenyal, bentuknya yang macem-macem dan tentu rasanya yang enak bikin Bakmi
disini banyak diminati. Bakmi Gang Kelinci ini berada di wilayah Pasar Baru,
tepatnya di Jl Kelinci Raya No 1-3. Tempatnya lumayan besar, jadi cocok banget
kalau mau ajak keluarga, teman-teman atau pacar.
Saya waktu datang
kesini bersama dua orang teman saya. Kami bertiga memesan Bakmi ayam kriting,
bakmi baso kriting dan bakmi pangsit lebar. Kalo dari bakminya sendiri semuanya
sama, termasuk dengan “toping-toping”nya hanya saja teman saya mendapat
tambahan pangsit dan bakso. “toping’ dari setiap bakmi terdiri potongan ayam
dan jamur. Pangsitnya sendiri cukup banyak, terbukti kami bertiga ikut
merasakan pangsit tersebut, karena teman saya sudah merasa kekenyangan. Untuk
minumnya teman saya memesan es lemon tea dan es kacang hijau, saya sendiri
memesan es pacar cina. Kita bertiga sepakat minuman saya yang paling enak,hehe
Es pacar cina yang manis cukup cepat meredam rasa pedas bakmi (itu karena saya
memang menambahkan cukup banyak sambal).
Masalah harga, Bakmi
Gang Kriting termasuk dalam kategori pas.1 porsi bakmi ayam kriting dibandrol
dengan harga Rp. 21.000, sedangkan bakmi baso kriting dan pangsit lebar Rp.
29.000. Untuk minumannya, Es Pacar Cina dan es kacang hijau Rp. 7.000 dan es
lemon tea Rp. 9.000. Kekurangan dari Bakmi Gang Kelinci, pelayanannya sedikit
agak lambat. Padahal Suasana tempat saat saya kunjungi tidak begitu ramai,
namun pelayanannnya kurang cepat, mungkin pegawainya kurang cekatan,hehe Tapi
untuk saya pribadi hal tersebut tidak menjadikan saya kapok untuk datang ke
tempat ini lagi. Jadi untuk kalian pecinta bakmi atau ingin merasakan bakmi
yang enak silahkan datang ke Bakmi Gang Kelinci J
Maraknya kue cubit ‘kekinian’, sepertinya menjadi salah satu faktor pendorong adanya Martabak Ganteng. Martabak ini tersedia dalam berbagai rasa diantaranya original, dark chocolate, matcha greentea dan taro, serta berbagai macam topping seperti toblerone, kitkat, nutella, dan topping-topping hits lainnya. Kalau untuk harga, menurut saya martabak ganteng relatif terjangkau jika dibandingkan dengan martabak kekinian lainnya, ditambah martabak ganteng menawarkan paket hemat yang dibandrol dengan harga dibawah Rp.100.000. Martabak yang berlokasi di Jl. Kelapa Gading Barat Sektor 1A Blok AG 15, No. 14 Gading Serpong Tangerang (seberang Sekolah Penabur) ini buka setiap hari pada pukul 18.00 - 24.00.
Jakarta- 21 Mei 2015. Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) melakukan aksi turun ke jalan di depan Istana Negara. Aksi dalam rangka memperingati Hari Kebangkitan Nasional ini diikuti oleh sekitar 3000 mahasiswa yang berasal dari berbagai universitas, diantaranya adalah Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Universitas Indonesia (UI), Universitas Padjajaran (UNPAD), Universitas Gajah Mada (UGM), Universitas Negeri Lampung), dan lain-lain. Diawali dengan melakukan long march ke Istana Negara, lalu massa aksi melakukan orasi dan teatrikal.
Aksi mahasiswa kali ini memiliki tuntutan mecabut penentuan harga bahan bakar minyak (BBM) melalui mekanisme pasar. Meskipun sang presiden tidak dapat menemui massa aksi karena sedang melakukan kunjungan kerja ke Malang, Jawa Timur, sekitar 50 perwakilan mahasiswa berhasil masuk ke Istana Negara untuk berdialog. Hal tersebut menghasilkan kesepakatan bahwa akan diadakannya dialog terbuka di Istana Kepresidenan Jakarta, pada hari Senin, 25 Mei 2015.
Berbicara mengenai
keadaan politik di Indonesia saat ini bukanlah merupakan sesuatu yang
menyenangkan. Keadaannya yang sudah campur aduk tidak beraturan membuat rasa
miris terhadap negeri ini terus bertambah. Berbagai kepentingan dari
masing-masing kelompok elit politik, telah menguburkan kepentingan utama itu
sendiri, kepentingan yang merupakan landasan tujuan dari negeri ini, yaitu
kepentingan rakyat. Terbayang ketika ada sebuah pertanyaan “kepentingan
siapakah yang perlu diperjuangkan?” mungkin masing-masing dari mereka menjawab
rakyat sambil menunjuk dirinya
sendirinya sambil berkata “kami adalah rakyat”. Maka tak heran media massa
dipenuhi oleh berita-berita mengenai perkelahian anggota DPR saat rapat, kisruh
KPK vs POLRI, kisruh PEMDA vs DPRD, kisruhnya suatu partai politik dan
kisruh-kisruh yang lainnya. Melihat cara kerja para petinggi negeri seperti
ini, maka tak heran pula kebijakan-kebijakan yang ada menghasilkan naik
turunnya harga bbm, melemahnya nilai tukar rupiah hingga mencapai hingga
mencapai Rp. 13.000 per 1 dollar AS, kurikulum pendidikan yang tak menentu,
kenaikan tarif listrik, angkutan dan bahan pokok. Hingga rakyat yang kembali
menjadi korban atas semua ini.








